Crypto

Pro Kontra Netizen Terkait Fatwa MUI Tentang Crypto

Pro Kontra Netizen Terkait Fatwa MUI Tentang Crypto – Baru – baru ini MUI (Majelis Ulama Indonesia) memberikan fatwa terbaru terkait bitcoin maupun crypto, dimana salah satu isinya mengatakan bahwa Crypto hukumnya haram, hal inilah yang menuai pro dan kontra dari masyarakat terutama yang sudah terjun ke dunia ini.

Padahal MUI sudah sejak lama memberikan fatwa terkait haramnya transaksi menggunakan crypto.

Akan tetapi karena baru – baru ini mata uang digital crypto mulai ramai diperbincangkan kembali, maka MUI merilis fatwa terbarunya.

Salah satu isi dari keputusan MUI yakni fungsi uang hanya digunakan untuk alat jual beli, bukan memperjualbelikan mata uang (Hal itulah yang diharamkan oleh jumhur ulama). Selain itu MUI juga menegaskan, bahwa negara Indonesia sudah mempunyai mata uang sendiri yaitu rupiah.

Sehingga keputusan inilah yang menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.

Nah, bagi Anda yang baru terjun atau ingin terjun ke dunia crypto, untuk mempertimbangkan lagi. Karena MUI sudah sangat jelas memberikan pernyataan terkait ini.

Walaupun MUI sudah memberikan fatwa haram, akan tetapi sebagian orang yang mendukung crypto masih teguh dengan pendiriannya untuk menggunakan mata uang digital ini.

Pro dan Kontra di kalangan masyarakat sangatlah wajar, terutama di era digital ini yang perkembangannya semakin pesat.

Bukan hanya masalah teknologi yang berkembang, akan tetapi hukum muamalah juga terus berkembang mengikuti perkembangan jaman.

Karena tidak bisa dipungkiri, jaman dulu belum ada teknologi ataupun mata uang digital.

Sehingga ketika hari ini terdapat mata uang digital yang baru, maka harus dikaji terlebih dahulu oleh orang – orang yang ahli dibidangnya, terutama pakar muamalah dan ekonomi.

Catatan MUI Terkait Mata Uang Digital Crypto

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa MUI memberikan fatwa bahwa crypto hukumnya haram.

Nah untuk lebih jelasnya, dibawah ini adalah beberapa catatan MUI terkait crypto, sehingga MUI memutuskan hukumnya haram.

  1. Crypto merupakan salah satu bagian dari perkembangan tekonologi yang berkaitan dengan transaksi dan investasi, akan tetapi crypto ini di luar kendali pemerintah maupun bank, sehingga harganya mengikuti permintaan pasar (supply).
  2. Crypto merupakan mata uang tersebar melalui jaringan peer to peer (blokchain).
  3. Kemunculan bitcoin pertama kali pada tahun 2009, yang dikenalkan oleh Satoshi Nakamoto.
  4. Cyrpto bukanlah mata uang resmi, karena tidak memiliki regulasi yang diberikan pemerintah.
  5. Crypto tidak memiliki otoritas maupun regulator sebagai mata uang, karena alat tukar yang satu ini tidak mempresentasikan suatu nilai aset.
  6. Crypto lebih mendekati ghahar, karena harganya yang tidak pasti dan keberadaan asetnya tidak ada yang menjamin secara resmi.

Itulah beberapa catatan singkat yang dikemukakan oleh MUI terkait crypto ini.

Semoga Anda dapat dengan bijak menerima semua keputusan yang sudah ditentukan oleh MUI.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Halaman ini merupakan informasi tambahan untuk referensi pencarian user

Copyright © 2021

To Top